CSDH – bagian dua belas

PERPISAHAN

Kebahagian Karena kesembuhan papanya membuat May May merasa masa ujian akhir berlalu dengan cepat. Itu artinya masa perpisahan sekolah pun akan segera tiba. May memandang lapangan bola yang mulai sepi dari bangku panjang, tempat duduk, di depan kelas. Tujuh bulan sudah berlalu setelah percakapannya dengan Aldo di taman bunga itu, serta kecelakaan papanya. Berarti enam bulan sudah hubungan May dan Aldo. Ya, tepat sebulan setelah itu akhirnya dengan segala konsekwensi yang ada, May memutuskan untuk menerima Aldo. May tak tahu apakah keputusannya benar atau salah. Tapi May janji tak akan menyesalinya.

“DOR!!”

Teriakan suara khas baritone Aldo mengagetkan May yang masih bengong. Secarik kertas jatuh dari buku yang dipegangnya. Belum sempat tangan May meraih kertas putih berisi coretan tangan yang kini tergeletak di ubin putih itu, tangan Aldo mendahuluinya. May berusaha merebut kertas itu. Tapi tangan itu terlalu lihai berkelit. Dengan tubuhnya yang lebih tinggi dan tangan yang lebih panjang dari May ia mengangkat kertas itu tinggi – tinggi, jauh dari jangkauan May mungil.

May menyerah dan duduk kembali. Aldo lalu berdiri tegak di hadapan May, siap ambil ancang – ancang seperti seorang sastrawan, lengkap dengan ekspresinya yang membuat May tersenyum. Pahit.

Mesin waktu telah berdentang

Jejak – jejak  akan menjauh

Meninggalkan ukiran, kenangan

Tak kan berulang

Suatu saat nanti

Bolehkah aku bertanya

Masihkah rajutan rindumu masih tersimpan

Untukku?

Sepertiku yang akan selalu menuliskan rinduku

Dalam setiap bait puisiku..

Dan tetap berharap bisa mengganti bayangan

Agar Cinta tak pernah pergi…

Setelah membacakannya dengan lantang. Aldo menatap May. Entahlah.. May tak mengerti arti tatapannya itu, ia lebih sibuk memikirkan bagaimana caranya merebut kertas itu kembali.

“Puisi perpisahan buat buku tahunan bukan May? “ .

“Iya, tapi sepertinya nggak jadi aja aku kasih ke panitia.”

“Lho, kenapa May?”

“Jelek.”

“Ini kan karya kamu, Orang lain belum tentu bisa merangkai kata – kata kayak gini. Kamu harus menghargai karyamu sendiri. kalau kamu nggak mau, biar aku aja yang kasih.”

“Jangan ah Do…”

“ May, aku tahu kamu nggak mau ngasih puisi ini karena kamu mau ngelupain sesuatu kan?”

May diam. Seratus persen betul!

“Itu nggak salah May, Tapi aku Cuma mau bilang.. Jangan pernah ngelupain, kalau memang itu adalah sebuah kenangan, karena dia hanya bisa hidup dalam kenangan, dia nggak bisa bersama kita lagi.. jadi, jangan lupakan..”

“Tapi Do…”

Terlambat!!. Belum selesai May mengucapkan kalimatnya ternyata Aldo  mendahuluinya lagi. Aldo sudah memanggil Irna, panitia yang mengurus buku tahunan itu, yang kebetulan lewat. Aldo membawa kertas itu tanpa mempedulikan protes May. Memberikannya ke Irna.

Jujur. Bukan masalah jelek atau tidaknya puisi tersebut yang dipermasalahkan May. Melainkan apa yang ia tulis di dalamnya. May yakin, Aldo pasti tahu akan hal itu. Tapi, ia sendiri terkadang tak mengerti dengan jalan pikiran Aldo. Singkatnya, mana ada sih cowok yang rela membantu ceweknya berbaikan lagi dengan orang yang mungkin justru menghancurkan hubungannya sendiri? Apa ada orang sebaik itu? tapi, itulah Aldo. Entah apa yang ada di kepalanya, May tak tahu. May segera melangkahkan kakinya meninggalkan bangku itu dengan langkah gontai. Tanda Tanya tentang Aldo makin menyemut di kepalanya.

Sedih. Ya, sedikit ataupun banyak pasti perasaan itu dirasakan May ketika waktu begitu cepat meninggalkannya dan ketika perpisahan sekolah ini tiba. Karena itu berarti, waktunya telah tiba untuk meninggalkan  sekolah ini, guru – guru yang disayangi May, teman – temannya yang baik, juga.. Ferdy. Sampai detik ini May tak juga mampu melupakan sosok itu dan belum berhasil menjelaskan hal yang sebenarnya. Tapi, di balik itu semua, May berharap dapat melihat seberkas sinar harapan harapan untuknya di balik bukit waktu sana. May berharap, Waktu  akan membantunya melupakan semua kepahitan yang ia alami, mengkis cinta yang masih tersisa di hati.

……bersambung ke CSDH bagian tiga belas…………..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s