CSDH-bagian satu

TAK TERPISAHKAN

Jangan pernah takut kutinggalkan

Saat bintang tak mampu lagi bersinar

Saat malam menjadi terlalu dingin

Hingga pagi tak seindah biasanya

Takkan mungkin kita bertahan

Hidup dalam bersendirian

Panas terik, hujan badai

Kita lalui bersama

Bait demi bait Lagu tak seindah biasanya Siti Nurhaliza mengalun lembut dari walkman mungil yang selalu dibawa gadis itu. Sesekali bibir mungil May bergerak mengikuti liriknya. Lumayan, olahraga untuk mengusir dingin. Maklum, sudah beberapa bulan ini May tinggal alias pindah sekolah ke kota hujan alias Bogor lho! Kendati beberapa bulan, tetap saja  jadi beda banget suasananya sama Lampung, kampung halaman tercinta, dingin banget kalau pagi!.

Hm, pada kemana ya, kok belum pada datang? Mana makin dingin  lagi, keluh May dalam hati. Tangannya mulai mencari – cari sesuatu, dan akhirnya ia  mengeluarkan switer berwarna merah muda dari dalam tas biru yang ada di sampingnya. Sebuah dompet terjatuh dari saku switer itu, bagian dalamnya terbuka, sebuah photo box berukuran 4X6 terlihat di sana. Photo dirinya dan Ferdy, sobat kentalnya beberapa bulan ini.

Tanpa ada yang memerintah (kayak tentara aja disuruh nahan Demonstran..he2), tangan May segera terulur. May masih ingat, foto ini berhasil diambil karena dipaksa. Ferdy yang maksa!. Coba aja perhatiin bibir May yang mayun dan wajah Ferdy yang cengengesan karena berhasil memaksa gadis mungil itu berfose. Ngebujuknya pake janji tnraktir makan di HCB segala lho!.  Padahal Ferdy paling tahu lho kalau May tuh paling alergi dengan yang berbau photo, kecuali buat pasphoto!!.

Begitulah Ferdy, hobinya suka maksa orang, di samping hobi – hobinya yang lainnya. Tapi walaupun begitu, Ferdy adalah sahabat terbaik May beberapa bulan ini, tepatnya sejak May menjadi murid pindahan di sekolah yang baru ini. (ce ilee..)

Sebenarnya sih May sendiri juga nggak begitu ingat awal perkenalannya dengan Ferdy. Yang ia ingat Cuma waktu itu setiap hari kalau May lewat di depan kelas yang ada di sebelah kelasnya, selaluuu..aja ada yang iseng memanggilnya dengan nomor telephon yang memang sudah hapal di kepala May. Apalagi kalau bukan nomor handphon May sendiri!! Entah untuk keberapa kalinya. Yang jelas, itu selalu terjadi setiap hari ketika May melewati kelas itu.   ya, begitulah Ferdy , sosok yang May tahu namanya setelah  SMS – SMS lucu dan konyol Ferdy mampir di HP-nya. Humoris. Itulah kesan pertama May terhadap Ferdy.

Sejak saat itulah May dan Ferdy mulai bersahabat. Tak jarang Ferdy mampir ke kelas May yang bertetanggaan alias bersebelahan dengan kelasnya. Entah sekedar ngobrol, membawakan makanan ( tau nggak?  Maya kan paling malas berdesakan di kantin sekolah!, makanya Ferdy sering meledeknya anak manja! He…he… J ), bertengkar, ataupun sekedar menjahili May, si gadis berambut panjang itu, dengan meledeknya habis – habisan, trus kabur sebelum cubitan maut Maya mengenainya. Atau kadang May yang mencegat Ferdy, soalnya Ferdy Cuma punya jalan untuk sampai di kelasnya, lewat kelas May, atau… lewat genteng. He…he…

Itulah sosok Ferdy. Meski seperti itu, May tetap mengakui, Mungkin nggak akan ada sahabat lain yang seperti Ferdy di dunia ini. Ferdylah satu – satunya orang yang mampu membuat May lupa pertengkaran papa dan mama yang beberapa bulan ini membuat May putus asa. Lelucon – lelucon cowok berkulit putih itu selalu saja berhasil menghapuskan mendung di wajah ovalnya. Entah berapa pulsa telepon yang dihabiskan Ferdy untuk sekedar meng-SMS ataupun menelphon ke HP May selama berjam – jam (padahal biasanya kan pada ngirit ye? Ngaku deh lo..!).

“Fer, lo telphon ke asrama gw aja sih, biar agak murah, kan gw kasian juga sama lo…” Jawab May setiap kali Nokianya berdering. Oh iya, May kan jauh dari ortu, jadi wajar saja ia memilki sedikit sifat berhemat, walau terkadang juga sedikit boros . (sedikit lho!).

“Nggak ah!“ May bisa menebak, pasti lagi – lagi begitu jawaban Ferdy. Kening May berkerut.

“Lho, kenapa? “

“Nggak bebas ngomongnya, nggak bisa lama- lama, dan….”

“ Dan apa? Emang lu mau ngomong apa sih… tiap hari katanya mau ngomong terus, tapi nggak jadi – jadi tuh!”

“Lha, lho..ini kan ngomong…miss TMD..!”

“TMD ? apaan lagi tuh? “ Tanya May bingung.

Hei, Bukannya May kuper lho, tapi istilah yang sering digunakan Ferdy emang sedikit aneh, sering di buat – buat sendiri dan semau –maunya!.

“Telat Mikir Dikit..dikiiit lagi. he-he…” dasar! Tuh kan? Ada saja istilahnya untuk meledek May. Bikin kesel.

“Ok, jadi, dan apa?” Rasa penasaran membuat May balik bertanya dan melupakan ledekan tadi dan kembali berubah serius.

“Dan…nggak bisa jahilin lo…ha…ha….” Terdengar tawa nyaring di seberang sana. Nyebelin kan?

May makin kesal. Huu…kapan sih nih anak berubah. Demen banget jahilin May! Clek!! He..he…biar tau rasa telphonnya gw matiin. Huh! May menekan End Call di tombol phonselnya.

Tapi.. belum satu detik handphon mungil itu tergeletak  di kasur…

Rrrrr!! Rrrrrr! . May langsung melirik layar phonselnya yang berkelap – kelip. Hm…lagi – lagi nih anak! Tuh kan, bener ada nama Ferdy di sana. Tepat setelah deringan ketiga, baru gadis itu menekan tombol Yes kembali.

“Apa? Mau gw matiin lagi? Sampai kapan sih lu ngisengin gw? Satu….dua…” May siap – siap menekan end call kmbali.

“Seumur hidup.. Eit..!! tunggu..ya deh, maaf.” terdengar suara buru – buru menyahuti dari seberang.

“Trus, apa?”.

“ Duh..marah ni ye…! besok hari apa nona pemarah?”

Tuh kan? Enak aja memanggil May nona pemarah! Emang ada bener juga sih… tapi siapa coba yang nggak marah diusilin tiap hari..

“Minggu, emang kenapa tuan hiu?” jawab May tak mau kalah.

“Besok gw jemput lu jam tujuh pagi, nggak pake lama, nggak pake kesiangan, nggak pake gw nunggu lama, nggak pake kecap, ngak pake sambel,…”

“STOPP!!”

“OK deh, oh ya.. anak – anak pada kemana?”

“Ada kok.”

“Kok sepi – sepi aja kaya’nya…”. Hm.. sok tau!

“Tuh…! lagi pada teriak – teriak di ruang TV.” Jawab May sekenanya. Tapi May tahu, pasti ada tanggapan.

“O… lagi nontonin gw ya.. “ .tuh kan? GeeR.

“ Iya, nontonin lu di sirkus! Udah deh ah, udah sana cepetan tidur, besok kesiangan lagi.” May bergegas mengakhiri percakapan. Sebenarnya sih bukan kesiangan kesiangan yang ditakutkan May, tapi sifat Ferdy yang suka memuji diri sendirinya itu lho! Nggak kuaaaattt…!!!

Lagipula kalau tidak distop, bisa – bisa kuping May panas, kelamaan nempel di telepon. Waktu itu pernah Ferdy menelpon May sampai tiga jam lebih! Nggak kebayang kan megang HP tiga jam lebih?

Yah..! yang begitu itulah yang namanya Ferdy versi May. Kalau nggak jail, bukan Ferdy namanya. Lucu, baik, and..ngeselin. Hari Minggu? Tentu saja May tak pernah lupa. Ferdy adalah kapten tim baseball di sekolah mereka. Setiap Minggu pagi Ferdy akan menjemput May ke asrama untuk menonton pertandingan tim baseball antar sekolah.

“Biar lu nggak suntuk dan nggak bulukan May di asrama terus!” , jawab Ferdy setiap kali  May bertanya alasan mengapa Ferdy selalu mengajaknya. (Emangnya May makanan apa ya, pake bulukan segala?).

Hm, emang sih, kata teman – teman asrama, May tuh cewek kutu buku yang jaraaaa..ng banget keluar asrama pada hari minggu. Bukannya sibuk nyuci lho! karena asrama May memang menyediakan fasilitas, jadi tinggal kasih kotor, terima bersih deh! Enak banget kan?. Tapi, biasanya paling – paling May hanya akan membaca atau menulis beberapa bait puisi ataupun cerpen untuk mading sekolah.  Selain itu.. pilihan menu utamanya ya.. apalagi kalau bukan tidur!!. Jadi temen – temennya justru heran kalau May pergi hari Minggu, abis biasanya kan kalo ada yang dateng pagi, pasti May-nya belom bangun, trus kalo datengnya siang, May pasti lagi tidur, trus sore balik lagi ke sana ternyata.. May juga masih tidur!! (nah lho!) He..he…

…………**bersambung ke CSDH bagian dua***……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s