CSDH – bagian sembilan

KEHADIRANNYA

Pagi ini kembali May melangkahkan kakinya dengan lesu menuju sekolah yang meter dari kontrakannya. Semangatnya terasa terbang. Seperti kehilangan tempat berpegang. Sekarang harapannya tinggal pada mama dan papa. May Cuma bisa berharap, semoga kata – katanya pada “pemberontakan”nya kemarin malam yang lalu itu merasuk ke dalam hati orang tuanya.

May tak tahu apa yang terjadi setelah malam itu, karena ia memutuskan untuk  langsung meninggalkan rumah keesokan paginya, kembali ke Bogor dengan hati yang tercabik. Entahlah, hati May masih was – was. Karena May tak tahu apakah mereka benar – benar menuruti permintaannya ataukah pada akhirnya bercerai juga.

Pagi ini, Sengaja May berangkat pagi – pagi untuk menyalin catatan selama ia tidak masuk kemarin. Kadang May berpikir, seandainya waktu dapat kembali dan berulang.. ingin rasanya ia menghentikan semua yang terjadi. Menghentikan pertengkaran mama dan papanya, mengurungkan kepindahan sekolahnya ke kota hujan ini dan tetap bersama mereka, akan tetap sekolah pada hari beredarnya isu yang memisahkan antara ia dan Ferdy pada hari itu, walau sakit sekalipun, menampik segala isu yang menggoyahkan persahabatannya, tidak akan menjadikan Dewi jembatan bagi hubungannya dengan Ferdy, Seandainya… Ya… May hanya bisa berandai – andai.. semua tak mungkin kembali. Semua telah hancur. Semua telah nyata terjadi.

“Tiiii..t!! “

Suara klakson mobil yang berhenti tepat di sampingnya membuat May terlonjak kaget dan reflek menoleh. Sebuah kepala yang beberapa hari yang lalu menyapanya menyembul di balik kaca mobil yang terbuka perlahan. Aldo?

“Bareng yuk !” ajaknya. Aldo membukakan pintu depan mobilnya.

“Tanggung Do, udah deket juga..” tolak May halus.

“Udahlah…justru karena udah deket. nggak apa – apa kok. Ayo!” Hm…mau nggak mau terpaksa May masuk ke mobil Aldo.

“Katanya kemarin lu pulang ya? Kalau boleh tahu, ada masalah apa?” Tanya Aldo ketika May sudah tiba dan hendak turun.

“Lu tau dari mana?”.

“Kemaren gw nyariin kamu ke kelas..”

“Mau ngapain nyariin?”

“Aku mau pinjam catatan sang juara kelas.. tapi kata Intan, teman sebangkumu, Mayanya sedang pulang ke Sumatera.” Terangnya sambil memasukkan buku – bukunya yang ada di jok belakang.

“Trus, Intan bilang ke elo kalo gw ada masalah keluarga?” potong May cepat.

“Nggak.”

“Trus tahu dari mana?”

Aldo menutup tasnya. Tampaknya buku yang dicarinya sudah lengkap. Aldo menatap May serius.

“Maya.. kita juga teman kan? Dari langkah kamu yang lesu tadi aja kok aku nebaknya. Biasanya kan orang abis pulang seneng, tapi kamu malah loyo gitu.”

“Kok nggak suka bareng Ferdy lagi?”

“Ah nggak, Udah yuk, gw  mau ke kelas. Daah… oh ya, thank’s atas tumpangannya.” Sahut May meninggalkannya ketika ia melihat  Aldo yang siap – siap ingin bertanya lagi.

“Ok, tapi kalo mau curhat and punya masalah, aku siap Bantu kamu kok. “ teriaknya sebelum bayangan May menghilang di balik pintu kelas.

Sejak hari itu, Aldo sering mampir ke kelas dan tempat kontrakan May. Menurut May Aldo cukup baik, cool, lucu, penuh kejutan, dan satu hal yang May sukai dari Aldo, cowok itu tak memiliki satu hal yang dimiliki Ferdy, gengsian!. Sebaliknya, Aldo sangat rendah hati.

Satu lagi yang menurut May lucu dari Aldo, ia selalu memanggilnya dengan nama Maya atau “kamu” yang terkadang membuat May jadi lucu dan ikut – ikutan ber-aku – kamu dengannya. Padahal May tahu SMP-nya Aldo di Jakarta alias kampung betawi asli. (Apa tuh anak diisolasi ya, sampai nggak tercemar polusi gitu.., He..2). Selain itu, Aldo juga  Tak segan – segan  mengajak May ke acara teman – temannya ataupun memperkenalkan May kepada keluarganya. Pokoknya bagai langit dan bumi deh kalo dibandingkan dengan Ferdy!

Tapi, Kadang May mikir juga, akankah ini akan terus berlanjut?. Apa benar Aldo nggak kayak Ferdy? Sampai kapan ini akan berlangsung? Mampukah ia menghapus bayangan Ferdy dan menggantikan bayangan itu dengan Aldo? Apakah semua akan tetap begini, walaupun waktu terus berlalu?.

……………bersambung ke CSDH bagian sepuluh……………………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s