CSDH- Bagian Tiga

ADA APA DENGAN FERDY?

Ini sudah kedua kalinya May tidak masuk sekolah karena flu dan demam. Tadi malam dengan diantar Ferdy May sudah ke dokter di klinik beberapa kilo dari asrama. Kata dokter, May kecapean. Mungkin karena kegiatannya di OSIS agak padat belakangan ini. Siang ini pusingnya sudah agak berkurang. Karena itu May memutuskan untuk segera mandi. Tapi, baru tangannya menyambar handuk yang tergantung di balik pintu kamar,  ponsel mungilnya berbunyi. Message receive.

F : May, menurut lu, kalo cewek punya cowok atau cowok yang punya cewek itu  gimana?

May memandangi layer ponselnya. Hm…

M : Emang lu mau pacaran sama siapa? Tumben, udah daper cewek? anak mana? Cakep nggak?

Ferdy tidak langsung menjawab.

Beberapa detik kemudian baru balasannya muncul kembali di layar handphon May.

F : Nggak,mo  nanya aja.

Hm…tumben nih anak nanyanya serius.

M : Menurut Gw..  mengikat kali ya..

F : Jadi lu nggak mau May punya cowok?

M : Tergantung, cowok yang nembak gw..napa sih nanya- nanya? Tapi kalo orangnya kayak lu sih gw harus mikir seribu kali seribu kali seribu kali….

May menunggu kembali balasan SMS di layarnya. Tapi, satu detik, lima detik, sepuluh detik, satu menit…tak juga ada balasan yang muncul. Bergegas gadis mungil itu melanjutkan langkahnya ke kamar mandi setelah sebelumnya menyetel kaset Siti Nurhaliza, satu – satunya artis yang menjadi favoritnya sejak SD dulu. Bukannya May ikut – ikutan gila produk luar negeri lho! (kan pesennya Deddy Mizwar, cintailah produk dalam negeri..), tapi memang karena menurut May, Siti tuh bener – bener seorang penghibur yang baik dan patut dicontoh sama artis – artis di Indonesia, nyanyi ya nyanyi, nggak macem – macem dan nggak kayak artis Indonesia yang kebanyakan jual wajah, bahkan ada yang jual tubuh, bukan suara!.

Setelah mandi, entah kenapa May membuka kembali item delivered yang ia kirim tadi.

Tergantung, cowok yang nembak gw..napa sih nanya- nanya? Tapi kalo orangnya kayak lu sih gw harus mikir seribu kali seribu kali seribu kali….

May menatap kalimat demi kalimat yang ia tulis tadi. Hatinya kembali bertanya – Tanya. Benarkah seperti yang ia katakan pada Ferdy tadi? Bagaimana jika suatu saat ia menyukai Ferdy atau jatuh cinta padanya? Atau…Ah, kenapa ia berpikir yang bukan – bukan?, mustahil men..! May menepis pikirannya. Diletakkannya handphon itu kembali. Ferdy.. Ferdy…!

……………………….

May bingung. Sejak SMS siang itu, sikap Ferdy berubah drastis terhadapnya. May sendiri tak tahu asal muasal sikap Ferdy yang seperti itu. Apakah ada yang salah dengan SMS-nya kemarin? Pikir May menebak. Yang jelas, Ferdy nggak pernah lagi mampir ke kelas May, sebaliknya, Gosip beredar di sekolah, May dan Ferdy jadian! . Macam – macam versi gossip yang beredar. Ada yang kelebihan bumbu, kelebihan garam, kemanisan, sampai kepahitan (emang mau masak ya non!). maksudnya, gosipnya nggak ada yang bener, ada yang bilang jadiannya di kebun raya, pake romantis – romantisan segala (padahal seumur – umur di Bogor, May belum pernah kesana lho!), trus ada yang bilang May cewek matre, dan dituduh ngelakuin yang nggak – nggak and kasak – kusuk lainnya. Pokoknya yang berbau – bau Fitnes , eh Fitnah deh! Berabe kan gosipnya?

Maya nggak tahu siapa yang menyebarkannya. May sedih dan merasa tersisih. Setiap langkah May selalu di kejar – kejar pertanyaan teman – temannya yang ingin tahu kebenaran hubungannya dengan Ferdy (jadi seleb dong dikejar – kejar wartawan). Ada yang memang karena ingin tahu, penasaran bener atau nggaknya kabar itu, atau ada juga karena tidak suka. May sadar, mungkin karena wajah May yang biasa – biasa saja, jauh beda dengan Ferdy yang memang kata teman – temanku rada mirip Adit Eifel..I m in Love yang ngetop itu lho!. Tapi, apa ia salah kalau Ferdy mau dekat dengannya? Ah, terserah, pikir Maya tetap masa bodo-nya. Wong ndak ada apa – apa.. ngapain pusing?

Tapi ternyata May hanya bisa bertahan dengan jurus masa bodo-nya itu hanya beberapa waktu. Karena semakin lama sikap Ferdy ternyata semakin membuat May pusii…ing tujuh keliling. Setiap hari berulang kali May mencoba menemuinya, tapi lagi – lagi Ferdy menghindar. SMS dari May tak pernah dibalasnya, telphon genggam May yang dulu nggak pernah diam,  tak pernah berbunyi lagi selama tiga hari ini. Pelajaran olahraga yang selama ini menjadi favorit May pun terasa sangat membosankan. Beberapa kali  stick hoki, mampir di kakinya karena kurang hati – hati. Rasa bersalah terus mendera gadis itu (padahal belum tentu May salah lho!).

Sejak kejadian itu, Hari – hari selanjutnya May lebih banyak menangis. Kesehatan May juga ikut memburuk. Berkali – kali May harus istirahat di ruang medis sekolah karena migrand-nya kambuh. Yang terpikir di kepalanya hanya ada apa dengan Cinta, eh, ada apa dengan Ferdy?.

…………bersambung ke CSDH  bagian empat……..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s