SMS bagian 10

SEINDAH MUSIM SEMI

Pagi minggu yang indah. Shin termenung menatap dedaunan yang mulai menunjukkan tanda – tanda akan menghijau dari jendela kamarnya. Tangannya memainkan pulpen pada sebuah buku catatan kecil dengan tak beraturan dan terlihat asal – asalan. Hatinya bimbang dan bingung.

Islam. tak ada waktu kosong yang dilewati Shin kecuali bergelut mempelajari agama itu. Shin menyadari agama itu memang agama yang sempurna, begitu lengkap. Islam mengatur kehidupan manusia dari yang sekecil – kecilnya, sampai yang terbesar sekalipun. Mulai dari kehidupan sehari – hari, sampai perniagaan, science, sejarah, dan segala hal, baik menyangkut diri sendiri, ataupun orang lain.

“Ah, alangkah damainya dunia ini kalau setiap orang memegang ajaran itu.. tak ada kekerasan, tak ada ketidak adilan, dan kejahatan apapun. Ah, Seandainya.. Islam adalah jalan yang akhirnya menjadi pilihanku.. apa yang akan terjadi selanjutnya? “ Shin berkata dalam hati.

“Tapi.. bagaimana dengan papa? Mama? Apakah mereka akan bisa menerima kenyataan itu? apa yang akan terjadi? Dan apa yang akan diperbuatnya jika semua ini akan berakibat buruk? Lalu.. bagaimana dengan teman – temanku? Apakah aku akan ditinggalkan? Dikucilkan? Jika mereka tahu tentang keislamanku nanti? dan.. pekerjaan? Apakah aku akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan kebanyakan muslim yang dipecat hanya karena perusahaan tempat mereka bekerja mengetahui bahwa mereka seorang muslim?”

Shin terus berpikir dan berpikir. Berbagai kemungkinan, pertimbangan, dan permaslahan satu per satu datang dan pergi dari benaknya.

Hari semakin siang. Burung – burung mulai berkicau.

…………………

Deretan pohon sakura yang tumbuh di sekeliling Islamic Center menambah sejuknya hati Shin. Dua bulan sudah matanya akrab dengan pohon ini. Artinya, selama itulah Shin berusaha memahami Islam di tempat ini. Tepatnya sejak Indra mengirimkan alamat email itu kepada Shin yang mengantarkan Shin untuk berkenalan dengan brother Yasin.

Shin baru mengerti mengapa Indra memberikan alamat itu kepadanya.  Ternyata brother Yasin yang juga asli Indonesia itulah yang mampu menjawab keraguan dan pertanyaan di hati Shin dengan islam yang diterangkannya. Pengetahuan Brother Yasin sangat luas dan hafal al-qur’an. Brother Yasin adalah teman Indra ketika kuliah dulu. Ia dan keluarganya sudah dua tahun tinggal di sini. Karena ia sedang melanjutkan S2-nya di sini, sedangkan istrinya adalah seorang guru di sebuah sekolah play-group Islam yang juga bertempat di dalam komplek itu.

Awalnya Shin bingung. Tapi, sedikit demi sedikit Shin mulai mengerti. Ia mulai memahami sedikit demi sedikit apa yang tertulis di al-quran. Shin mulai kagum dengan apa yang tertulis di sana, dan..ia  mulai menemukan sesuatu yang lain dan bisa mengobati luka hatinya selama ini, kebencian itu hilang seketika ketika ia memahami apa yang pernah dikatakan Reina waktu itu. Shin baru menyadari, sungguh tak pantas ia membenci Reina. Dari al-quran juga Shin memahami bahwa Islam bukan agama teroris seperti opini yang dikembangkan orang – orang kafir  saat ini. Islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang dan rahmat. Berkat kesungguhannya dan beberapa brother di Islamic center ini membimbingnya dengan sabar, akhirnya Shin sampai pada syahadatnya pagi ini, tentu saja tanpa sepengetahuan orang tuanya. Indra tak kuasa mengucapkan syukur ketika Shin menelponnya kemarin. Shin masuk islam.

Asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadurrosulullaah” Shin mengucapkan syahadat dengan suara bergetar. Brother Yasin segera menyalami Shin, diikuti dengan brother Ahmad, dan brother – brother yang lainnya. Mendadak suasana ruangan itu diliputi suasana haru. Halimah, istri brother Yasin, dan beberapa muslim dan muslimah yang hadir pada acara pagi itu tak kuasa menetaskan airmata. Bahagia. Tapi ada sesuatu yang mengganjal di hati Shin. Bagaimana cara menjelaskan semua ini kepada orang tuanya?.  Bunga yang menguncup mulai bermekaran pertanda musim semi akan tiba.

………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s